My Blogs: Konsep Dasar Keperawatan (Asuhan Keperawatan Tahap Perencanaan)

Selasa, 04 Juni 2013

Konsep Dasar Keperawatan (Asuhan Keperawatan Tahap Perencanaan)


KONSEP DASAR KEPERAWATAN
ASUHAN KEPERAWATAN
TAHAP PERENCANAAN



Disusun Oleh:
                                                        1). Ade Putra
                                                        2). Irfiyanti Ramadhani
                                                        3). Ismila May Zulfrida
                                                        4). Lawinder Naibaho
                                                        5). Lia Elvira Br. Ginting
                                                        6). Lucas Mahardika
                                                        7). Raditya Dwi Pambudi
                                                        8). Ruly Triantoro

DEPARTEMEN KESEHATAN RI
POLTEKKES TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2010
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karuniaNya, sehingga mendapat petunjuk dan kesabaran dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Tidak lupa shalawat dan salam semoga Allah SWT curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang diridhoiNya.
Makalah ini berisi sedikit pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan (askep) melalui pembahasan tahap perencanaan pada Manusia yang nantinya diharap dapat menambah pengetahuan pembaca tentang Ilmu Kesehatan (Keperawatan). Selama pembuatan makalah ini, telah banyak arahan dan petunjuk yang didapat dari dosen pengajar mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan (KDK). Namun dalam penulisan makalah ini, mungkin jauh dari apa yang dinamakan sempurna karena masih dalam tahap belajar. Oleh sebab itu, dengan senang hati atas saran dan kritiknya untuk disusun selanjutnya.
Demikianlah makalah sederhana ini disusun, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, 7 Januari 2010
                                                                               Penyusun

                                                                               Kelompok 3


DAFTAR ISI

Halaman Judul..................................................................................   
Kata Pengantar.................................................................................   
Daftar Isi...........................................................................................   
BAB I. PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang.......................................................................  
      1.2 Rumusan Masalah...................................................................   
BAB II. PEMBAHASAN
      2.1 Tahap Perencanaan.................................................................  
      2.2 Sumber Data...........................................................................   
      2.3 Langkah-langkah Perencanaan...............................................   
      2.4 Tipe Instruksi Perawatan
            dalam Merencanakan Tindakan..............................................   
      2.5 Perbedaan Rencana Tindakan
            Keperawatan dan Tindakan Medis.........................................   
BAB III. PENUTUP
      3.1 Kesimpulan.............................................................................   
      3.2 Saran.......................................................................................   
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Proses keperawatan sebagai alat bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien memiliki arti penting bagi kedua belah pihak yaitu perawat dan klien. Sebagai seorang perawat proses keperawatan dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemecahan masalah klien, dapat menunjukkan profesi yang memiliki profesionalitas yang tinggi, serta dapat memberikan kebebasan kepada klien untuk mendapatkan pelayanan yang cukup sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat dirasakan manfaatnya baik dari perawat maupun klien, manfaat tersebut antara lain dapat meningkatkan kemandirian pada perawat dalam melaksanakan tugasnya karena didalam proses keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan yang berupa langkah-langkah proses keperawatan, akan dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas, karena klien akan merasakan kepuasan setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan, akan dapat selalu meningkatkan kemampuan intelektual dan teknikal dalam tindakan keperawatan karena melalui proses keperawatan dituntut mampu memecahkan masalah yang baru sesuai dengan masalah yang dialami klien, sehingga akan timbul perasaan akan kepuasan kerja.




Dengan proses keperawatan, rasa tanggung jawab dan tanggung gugat bagi
perawat itu dapat dimiliki dan dapat digunakan dalam tindakan-tindakan yang merugikan atau menghindari adanya tindakan yang legal.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan, yaitu:
1). Apa yang dimaksud dengan Asuhan Keperawatan (askep) pada tahap perencanaan?
2). Siapa-siapa saja yang menjadi sumber data dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan pada tahap perencanaan?
3). Cara melakukan tindakan perencanaan?
4). Konsep- konsep (tipe-tipe) pada tahap perencanaan?
5). Tujuan dari tindakan tersebut?
6). Peran serta fungsi perawat dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan pada tahap perencanaan?
7). Perbedaan rencana tindakan keperawatan dan tindakan medis?








BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan suatu proses penyusunan berbagai intervensi keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah, menurunkan atau mengurangi masalah-masalah klien. Perencanaan ini merupakan langkah ketiga dalam membuat suatu proses keperawatan. Dalam menentukan tahap perencanaan bagi perawat diperlukan berbagai pengetahuan dan keterampilan diantaranya pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan klien, nilai dan kepercayaan klien, batasan praktek keperawatan, peran dari tenaga kesehatan lainnya , kemampuan dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, menulis tujuan serta memilih dan membuat strategi keperawatan yang aman dalam memenuhi tujuan, menulis instruksi keperawatan serta kemampuan dalam melaksanakan kerja sama dengan tingkat kesehatan lain.

2.2 Sumber Data
Sebelum menuliskan rencana tindakan keperawatan, kaji ulang semua data yang ada sumber data yang memuaskan meliputi:
a). Pengkajian sewaktu klien masuk rumah sakit.
b). Diagnosa perawatan waktu masuk rumah sakit.




c). Keluhan utama klien atau alasan dalam berhubungan dengan pelayanan
      kesehatan.
d). Laboratorium ritme.
e). Latar belakang sosial budaya.
f). Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.
g). Observasi dari tim kesehatan lain.

2.3 Langkah-langkah Perencanaan
Pada tahap perencanan dapat dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, yaitu sebagai berikut:
A.  Penentuan prioritas diagnosis
Penentuan prioritas diagnosis ini dilakukan pada tahap perencanaan setelah tahap diagnosis keperawatan. Dengan menentukan diagnosis keperawatan, maka dapat diketahui diagnosis mana yang akan dilakukan atau diatasi pertama kali atau yang segera dilakukan. Dalam menentukan prioritas terdapat beberapa pendapat urutan prioritas, di antaranya:
1). Berdasarkan tingkat kegawatan (mengancam jiwa)
Penentuan prioritas berdasarkan tingkat kegawatan (mengancam jiwa) yang dilatarbelakangi dari prinsip pertolongan pertama yaitu dengan membagi beberapa prioritas diantaranya prioritas tinggi, prioritas sedang, dan prioritas rendah.
ï Prioritas tinggi _ prioritas yang mencerminkan situasi yang mengancam kehidupan (nyawa seseorang) sehingga perlu dilakukan tindakan terlebih dahulu seperti masalah pembersihan jalan nafas.
ï Prioritas sedang _ prioritas ini menggambarkan situasi yang tidak gawat dan tidak mengancam hidup klien seperti masalah personal higiene.
ï Prioritas rendah _ prioritas yang menggambarkan situasi yang tidak berhubungan langsung dengan prognosis dari suatu penyakit yang secara spesifik seperti masalah keuangan dan lainnya.
2). Berdasarkan kebutuhan Maslow
Maslow menentukan prioritas diagnosis yang akan direncanakan berdasarkan urutan kebutuhan dasar manusia, diantaranya:
Kebutuhan fisiologis, meliputi masalah respirasi, sirkulasi, suhu, nutrisi, nyeri, cairan, perawatan kulit, mobilisasi, dan eliminasi.
Kebutuhan keselamatan dan keamanan, meliputi masalah lingkungan, kondisi tempat tinggal, perlindungan, pakaian, bebas dari infeksi dan rasa takut.
Kebutuhan mencintai dan dicintai, meliputi masalah kasih sayang, seksualitas, afiliasi dalam kelompok, dan hubungan antar manusia.
Kebutuhan harga diri, meliputi masalah respek dari keluarga, perasaan menghargai diri sendiri.
Kebutuhan aktualisasi diri, meliputi masalah kepuasan terhadap lingkungan.
B. Penentuan tujuan dan hasil yang diharapkan
Tujuan merupakan sinonim dari kriteria hasil yang mempunyai komponen sebagai berikut:  S (Subjek), P (Predikat, K (Kriteria), K (Kondisi, W (Waktu) dengan penjabaran sebagai berikut:
S:  Perilaku pasien yang diamati.
P:  Kondisi yang melengkapi pasien.
K:  Kata kerja yang dapat diukur atau untuk meentukan tercapainya tujuan.
K: Sesuatu yang menyebabkan asuhan diberikan.
W: Waktu yang ingin di capai.
Contoh:
Diagnosis keperawatan:  bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan:
Klien        mampu mengeluarkan      sekresi paru      tanpa bantuan pada tanggal
Subjek  kata kerja yang dapat diukur      hasil                          kriteria
3 Mei 2003
target waktu
Kriteria hasil:
Suara nafas bersih, tidak ada suara tambahan, seperti whezing, rales atau ronchi, frekuensi nafas  16-20 kali permenit iran\manya teratur, pola pernafasan eupnea teratur, tidak terdapat batuk, sianosis tidak ada.

C. Menentukan rencana tindakan
Untuk memudahkan dalam menentukan rencana tindakan, maka ada beberapa persyaratan dalam menuliskan rencana tindakan diantaranya harus terdapat unsur tanggal, kata kerja yang dapat diukur yang dapat dilihat, dirasa dan didengar, adanya subjek, hasil, target tanggal dan tanda tangan perawat.
Perawatan dan pengobatan dirancang untuk membantu pencapaian satu atau lebih dari tujuan perawatan sehingga dapat mengurangi, mencegah atau menghilangkan dari masalah pasien.


2.4 Tipe Intruksi Perawatan dalam Merencanakan Tindakan
Dalam memberikan instruksi keperawatan ada empat tipe intruksi yang digunakan:
1). Tipe Diagnostik _ tipe ini menilai kemungkinan klien ke arah pencapain kriteria hasil dengan observasi secara langsung.
Contoh penulisan:
2/5/2003,                     kaji                            ROM ektremitas atas         klien
tanggal        kata kerja dapat diukur                           hasil                     subjek
pada tanggal 3/5/2003,   A. Azis (tanda tangan)
target waktu                                   nama perawat

2). Tipe Terapeutik _ mengambarkan tindakan yang dilakukan oleh perawat secara langsung untuk mengurangi, memperbaiki dan mencegah kemungkinan masalah.
Contoh penulisan:
2/5/2003                 lakukan                      ROM pasif pada kaki kiri       klien
tanggal       kata kerja dapat diukur                          hasil                        subjek
4 kali sehari,   A. Aziz (tanda tangan)
target waktu                   nama perawat

3). Tipe Penyuluhan _ digunakan untuk meningkatkan perawatan diri pasien dengan membantu klien untuk memperoleh tingkah laku individu yang mempermudah pemecahan masalah.

Contoh penulisan:
2/5/2003,                      Ajarkan                        klien          menggunakan walker
tanggal             kata kerja dapat diukur            subjek                     hasil
pada tanggal 3/5/2003, A. Aziz (tanda tangan)
target waktu                               nama perawat

4). Tipe Rujukan _ menggambarkan peran perawat sebagai koordinator dan manager dalam perawatan klien dalam anggota tim kesehatan.
Contoh penulisan:
2/5/2003,                           konsul                                    dengan ahli terapi fisik
tanggal               kata kerja dapat diukur                                      subjek
mengenai kemajuan klien menggunakan walker
                                hasil
pada tanggal 4/5/2003, A. Aziz (tanda tangan)
target waktu                                      nama perawat


2.5 Perbedaan Rencana Tindakan Keperawatan dan Tindakan Medis
Menurut Carpenito (2000), rencana tindakan adalah rencana yang disusun oleh perawat untuk kepentingan tindakan keperawatan bagi perawat yang menulis dan perawat lainnya. Sedangkan rencana tindakan pelimpahan (delegasi) adalah rencana yang disusun oleh dokter untuk dilaksanakan oleh staf perawat. Program atau perintah dokter adalah bukan perintah untuk perawat, tetapi perintah ditujukan kepada klien yang tindakannya dilaksanakan oleh perawat. Kedua
intervensi tersebut memerlukan suatu pengambilan keputusan yang independen, karena secara hukum perawat harus menentukan apakah memang sudah selesai untuk melaksanakan suatu tindakan berdasarkan standar praktik.
Rencana tindakan medis biasanya difokuskan pada kegiatan yang berhubungan dengan diagnostik dan pengobatan berdasarkan kondisi klien. Tindakan tersebut didelegasikan kepada perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Tindakan medis sering meliputi pengobatan, uji diagnostik, diet dan pemberian obat.
Rencana tindakan keperawatan ditujukan pada kegiatan yang berhubungan dengan promosi, mempertahankan atau menjaga kesehatan klien. Rencana tindakan tersebut bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu:
1). Dependen
2). Interdependen
3). Independen   










BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan rangkaian analisis dasar dan pembahasan pada BAB sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan proses keperawatan secara umum bertujuan untuk menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas sehingga berbagai masalah kebutuhan klien dapat teratasi. Proses keperawatan merupakan cara yang sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama klien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian, menentukan diagnosis, merencanakan tindakan yang akan dilakukan, melaksanakan tindakan serta mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pada klien, berorientasi pada tujuan pada setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan saling berhubungan.

3.2 Saran
Bagi para pembaca yang telah membaca makalah ini kiranya dapat memberikan saran/kritik serta masukan yang berarti pada perbaikan selanjutnya supaya makalah ini menjadi makalah yang sempurna.





DAFTAR PUSTAKA

Alimul Hidayat, A. Aziz. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta:  Salemba Medika
Nursalam. 2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik.
Jakarta:  Salemba Medika











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar