My Blogs: Komunikasi Dalam Keperawatan (Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Komunikasi Terapeutik_Memotong Kuku)

Rabu, 26 Juni 2013

Komunikasi Dalam Keperawatan (Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Komunikasi Terapeutik_Memotong Kuku)


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
(MEMOTONG KUKU)





Disusun Oleh:
ADE PUTRA
09200 041
Tingkat I Ekstensi






KEMENTERIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2010


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
(MEMOTONG KUKU)


A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
a). Data Subjektif (DS) : Klien mengatakan badannya lemah dan kurang perawatan diri.
b). Data Objektif (DO) : Klien tampak lemah, kuku panjang dan kotor (tidak terawat).

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan personal higiene berhubungan dengan badan lemah.

3. Tujuan Khusus
v Memenuhi kebutuhan personal higiene.
v Meningkatkan rasa nyaman klien.

4. Tindakan Keperawatan
Memotong kuku.

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SP 1
1. Fase Perkenalan
a). Salam terapeutik
P : “ Selamat pagi, Bapak!”
K : ..........

b). Perkenalan diri perawat dan klien
P : “ Perkenalkan, nama saya Ade Putra. Bapak bisa panggil saya Ade. Kalau boleh
tahu nama bapak siapa?”
K : ..........
P : “ Oh, dengan Bapak ....., Bapak senang dipanggil apa?”
K : .........
c). Menyepakati pertemuan
P : “ Oke. Baiklah pak, bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol sedikit?”
K : ..........
P : “ Bapak ingin kita mengobrol dimana?”
K : ..........

d). Melengkapi identitas
P : “ Baiklah pak, saya adalah mahasiswa Poltekkes Keperawatan Tanjung Karang
yang bertugas diruangan ini. Saya perawat yang akan membantu merawat bapak. Hari ini sampai 2 hari yang akan datang, saya shif pagi mulai dari jam 07.00 sampai jam 14.00 WIB nanti.”
K : ..........

e). Menjelaskan peran perawat dan klien
P : “ Disini saya berperan merawat bapak, tentu saya mengharapkan peran aktif
Bapak untuk bekerja sama dalam tindakan yang saya lakukan. Bagaimana, pak?”
K : ..........

f). Menjelaskan tanggung jawab perawat dan klien
P : “ Apakah bapak ingin cepat sembuh dan dapat melakukan aktifitas seperti
biasanya?”
K : ..........
P : “ Oleh sebab itu, semua tindakan yang saya lakukan menjadi tanggung jawab
saya. Dan saya harapkan bapak juga bertanggung jawab untuk sembuh, supaya bapak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya minimal bapak dapat memenuhi kebutuhan kebersihan diri secara mandiri.”
K : ..........



g). Harapan perawat dan klien
P : “ Bapak, disini saya perlu tekankan bahwa apa yang menjadi harapan bapak
juga akan menjadi harapan saya. Karena itu, semua hal yang menjadi keluhan bapak, bisa bapak sampaikan kepada saya.”
K : ..........

h). Kerahasiaan
P : “ Bapak tak perlu kuatir ataupun cemas. Kalau bapak tidak keberatan, bapak
bisa sharing dengan saya tentang segala permasalahan-permasalahan ataupun keluhan-keluhan yang sedang bapak alami. Insya Allah, kita bersama-sama mencarikan jalan keluarnya dan saya tidak akan memberitahukannya pada orang yang tidak berhak untuk tahu akan hal itu.”
K : ..........

i). Tujuan Hubungan
P : “ Semua tindakan tentu perlu adanya kerja sama yang baik antara kita.
Tujuannya supaya tindakan yang saya lakukan dapat semaksimal mungkin. Bagaimana, pak?”
K : ..........

j). Pengkajian keluhan utama
P : “ Kalau boleh tahu, ada keluhan apa Bapak saat ini atau apa yang Bapak rasakan
saat ini?”
K : ..........
P : “ Oh begitu, jadi selama sakit bapak tidak bisa mandi seperti biasanya, hanya di
lap pada pagi hari saja?”
K : ..........
P : “ Ya, saya mengerti. Dan memang saya perhatikan rambut bapak kusam, ada
kotoran di mata, ada sedikit endapan di gigi serta kuku bapak terlihat sudah panjang dan sangat kotor.”



« Kontrak yang akan datang
Ÿ Topik
P : “ Baiklah pak, karena kuku bapak terlihat sudah panjang dan sangat kotor, saya
akan kembali lagi untuk memotong kuku bapak.”
K : ..........

Ÿ Waktu
P : “ Bapak mau dilakukan tindakan ini jam berapa?”
“ Bagaimana kalau jam 09.30 WIB?”
K : ..........

Ÿ Tempat
P : “ Baik. Bapak mau dilakukan tindakan ini dimana?”
“ Bagaimana kalau tempatnya disini saja?” Karena melihat kondisi bapak yang masih lemah.
K : ..........

Ÿ Validasi kontrak
P : “ Baiklah kalau begitu, terima kasih atas waktunya pak. Saya permisi dulu untuk
mempersiapkan alat-alatnya. Saya akan kembali 30 menit lagi, mengingat waktu sudah pukul 09.00 WIB.”
K : ..........

2. Fase Orientasi
a). Salam terapeutik
P : “ Selamat pagi, pak!”
K : ..........

b). Validasi data
P : “ Bagaimana perasaan bapak saat saya tinggal sebentar tadi?”
K : ..........
P : “ Adakah yang terjadi sejak saya tinggalkan?”
K : ..........
c). Mengingatkan kontrak
Ÿ Topik
P : “ Bagaimana pak, apakah bapak masih ingat dengan apa yang telah kita
sepakati?”
K : ..........

Ÿ Waktu
P : “ Apakah bapak masih ingat pukul berapa kuku bapak akan saya bersihkan
(dipotong)?”
K : ..........

Ÿ Tempat
P : “ Dan dimana kita akan melakukannya pak, Bapak masih ingat?”
K : ..........
P : “ Wah, tampaknya bapak bersemangat sekali kukunya dibersihkan.”
K : ..........

3. Fase Kerja
a). Persiapan alat
¯ Gunting pemotong kuku.
¯ Pengalas/perlak dan kain.
¯ Bengkok.
¯ Baskom berisi air hangat.
¯ Sabun dalam tempatnya.
¯ Handuk.
¯ Sikat kuku.
¯ Kapas.

b). Langkah kerja
1). Cuci tangan
2). Rendam tangan dalam air hangat (1-2 menit)
P : “ Bapak, perlu saya jelaskan tujuan dari tindakan ini yaitu untuk melunakkan
kuku bapak supaya mudah untuk dibersihkan (dipotong).”
3). Menyikat kuku
P : “ Pak, dalam memotong kuku atau perawatan kuku kita juga harus
memperhatikan kebersihannya. Contoh, kuku bapak kan terlihat kotor, untuk itu menghilangkan kotorannya harus disikat dengan sikat dan sabun.”
K : ..........
P : “ Ya, memang begitu. Tapi, tidak seharusnya juga disikat, bila kuku terlihat
kotor saja.”
K : ..........
4). Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk.
5). Letakkan tangan diatas bengkok.
P : “ Apakah bapak tahu mengapa tangan bapak diletakkan di atas bengkok?”
K : ..........
P : “ Ya, benar sekali, supaya pemotongan kuku/sisa potongan kuku tidak
berserakan.”
6). Potong kuku dengan hati-hati sesuai dengan lengkungan kuku.
P : “ Bapak, perlu saya informasikan, bahwa dalam memotong kuku tangan harus
dipotong oval karena sesuai dengan lengkungan kuku.”
K : ..........
P : “ Ya, pak. Memang berbeda dengan cara memotong kuku kaki. Cara
merendamnya pun berbeda pak, kalau kuku kaki harus direndam dalam air hangat selama 2-3 menit karena kuku kaki sedikit lebih keras daripada kuku tangan. Cara memotong kuku kaki, harus dipotong lurus karena sesuai dengan lengkungan kuku (supaya tidak sakit/berdarah).”
K : ..........
7). Cuci tangan

4. Fase Terminasi
a). Evaluasi hasil
v Evaluasi subjektif
P : “ Bagaimana perasaan Bapak setelah saya lakukan tindakan memotong kuku?”
K : ..........


v Evaluasi objektif
P : “ Kuku bapak tampak terlihat bersih dan tidak panjang lagi. Oleh sebab itu,
masih ingat tidak pak, apa yang telah saya ajarkan tadi?”
K : ..........
P : “ Sip! Bapak sekarang sudah mengerti.”

b). Rencana tindak lanjut
P : “ Baik pak, memotong kuku ini dilakukan jika kuku bapak sudah mulai panjang
dan meresahkan bapak dalam beraktifitas/melakukan suatu tindakan.”
K : ..........

c). Salam terapeutik
P : “ Baiklah pak, karena saya sudah selesai dalam melakukan tindakan, saya
permisi dulu, terima kasih atas kerja samanya, dan kalau bapak perlu bantuan, bapak bisa panggil saya diruang perawat. Dan saya doakan supaya bapak cepat sembuh.”
“ Selamat pagi, pak!”
K : ..........

    












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar