My Blogs: Anatomi Fisiologi (Sistem Pengindraan Pada Manusia_Indra Penglihatan (Mata))

Tuesday, 4 June 2013

Anatomi Fisiologi (Sistem Pengindraan Pada Manusia_Indra Penglihatan (Mata))






ANATOMI DAN FISIOLOGI
SISTEM PENGINDRAAN PADA MANUSIA

INDRA PENGLIHATAN(MATA)







 












                                        
Disusun Oleh :

Kelompok 3    :  a). Ade Putra
                           b). Madya Desma Aliana
                           c). Yeni Hidayati
                           d). Zenna Dwi Amalia

Kelompok 4    :  a). Ismila Maya Zulfrida
                           b). Luqman Hakim
                           c). Pran Sinatra
                           d). Putri Galuh Inggi M







DEPARTEMEN KESEHATAN RI
POLTEKKES TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2009


KATA PENGANTAR

      Dengan segala kerendahan hati, puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karuniaNya, sehingga mendapat petunjuk dan kesabaran dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Tidak lupa shalawat dan salam semoga Allah SWT curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang diridhoiNya.
      Makalah ini berisi sedikit pengetahuan tentang kesehatan melalui pembahasan sistem pengindraan(Indra Penglihatan) yang nantinya diharap dapat menambah pengetahuan pembaca tentang Ilmu Kesehatan(Keperawatan). Selama pembuatan makalah ini, telah banyak arahan dan petunjuk yang didapat dari dosen pengajar mata kuliah Anatomi dan Fisiologi. Namun dalam penulisan makalah ini, mungkin jauh dari apa yang dinamakan sempurna karena masih dalam tahap belajar. Oleh sebab itu, dengan senang hati atas saran dan kritiknya untuk disusun selanjutnya.
      Demikianlah makalah sederhana ini disusun, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.


Bandar Lampung, 10 September 2009
                                                                        Penyusun

                                                                        Kelompok 3 dan kelompok 4


BAB I
PENDAHULUAN

      Makalah ini berisikan tentang Pengetahuan Ilmu Kesehatan. Makalah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan khususnya keperawatan mengenai sistem pengindraan(indra penglihatan), melalui penyempurnaan dan pemahaman sekilas tentang sistem pengindraan manusia dengan dukungan dosen anatomi dan fisiologi serta sarana dan prasarana yang memadai.

1.1.  Pengertian Indra Penglihatan(Mata)
      Mata adalah organ indra yang memiliki reseptor peka cahaya yang disebut fotoreseptor. Setiap mata mempunyai lapisan reseptor, sisten lensa, dan sistem saraf, indra penglihatan yang terletak pada mata(organ visus) yang terdiri dari organ okuli assoria(alat bantu mata) dan okulus(bola mata). Saraf indra penglihatan, saraf optikus(urat saraf kranial kedua), muncul dari sel-sel ganglion dalam rebina, bergabung untuk membentuk saraf optikus.

1.2. Organ-organ Mata
      Organ-organ pada indra penglihatan, meliputi :
a). Konjungtiva
b). Sklera
c). Otot-otot
d). Kornea
e). Koroid
f). Badan siliaris
g). Iris(pupil)
h). Lensa
i). Retina
j). Fovea(bintik kuning)
k). Bintik nouta
l). Vitreous humor(humor bening)
m). Aqueous humor(humor berair)
n). Alis mata(supersilium)
o). Bulu mata
p). Kelopak mata(palpebra)

1.3. Mekanisme Pemfokus
      Sebagian besar kekuatan berfokus mata adalah karena refraksi cahaya oleh kornea. Refraksi cahaya oleh lensa mata sangat penting;  kurvatura lensa dapat berubah sehingga cahaya selalu terfokus pada retina. Lensa adalah transparan dan berwarna kuning pucat. Lensa ini dipertahankan datar oleh tegangan normal dari bola mata, dan di pertahankan oleh ligamentum suspensori. Bentuk lensa diubah-ubah oleh otot siliaris, yang berada di dalam korpus siliaris. Bila lensa dikontraksi, otot siliaris menarik korpus siliaris ke depan, mengendurkan tegangan pada lensa dan memungkinkannya menonjol. Cahaya dari objek dekat kemudian dapat difokuskan pada retina. Otot siliaris rileks bila mata harus memfokuskan cahaya dari objek jauh pada retina. Otot siliaris dipersarafi oleh serat-serat saraf parasimpatis dari saraf okulamotor. Iris adalah tameng otot polos yang berlubang pada pupil. Ukuran pupil berubah-ubah sesuai dengan perubahan kondisi cahaya, berdilatasi pada gelap dan berkontraksi pada cahaya terang sehingga mencegah stimulasi berlebihan terhadap retina. Ukuran pupil diatur oleh kontraksi serat-serat otot dilator radialis dan konstriktor sirkularis di iris. Serat-serat ini dipersarafi oleh saraf parasimpatis dari saraf kranial ketiga.

1.4. Akomodasi Mata
      Akomodasi mata berarti memfokuskan bayangan, sedangkan kemampuan pemfokusan objek pada jarak yang berbeda disebut daya akomodasi. Akomodasi bertujuan agar bayangan yang terjadi jatuh tepat pada bintik kuning. Apabila melihat objek yang letaknya jauh, lensa mata menjadi lebih pipih, tetapi jika melihat objek yan gdekat, lensa mata menjadi lebih cembung. Pengaturan kecembungan lensa ini diatur oleh otot-otot, lensa yang melingkat (otot siliaris). Saat melihat objek yang jauh otot lensa berelaksasi, sedangkan saat melihat objek yang dekat otot lensa berkontraksi.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Anatomi Indra Penglihatan Pada Manusia


Gambar 1. Anatomi Mata


A. Konjungtiva
      Permukaan dalam kelopak mata disebut konjungtiva palpebra, merupakan lapisan mukosa. Bagian yang membelok dan kemudian melekat pada bola mata disebut konjungtiva bulbi. Pada konjungtiva ini banyak sekali kelenjar-kelenjar limfe dan pembuluh darah.

B. Sklera
      Sklera merupakan selaput jaringan ikat yang kuat dan berada pada lapisan terluar mata yang berwarna putih. Sebagian besar sklera dibangun oleh jaringan fibrosa yang elastis. Bagian depan sklera tertutup oleh kantong konjungtiva.

C. Otot-otot
      Otot-otot yang melekat pada mata :
a). Muskulus levator palpebralis superior inferior.
b). Muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata.
c). Muskulus rektus okuli inferior (otot disekitar mata)
d). Muskulus rektus okuli medial (otot disekitar mata)
e). Muskulus obliques okuli inferior
f). Muskulus obliques okuli superior.

D.Kornea
      Kornea merupakan selaput yang tembus cahaya, melalui kornea kita dapat melihat membran pupil dan iris. Penampang kornea lebih tebal dari sklera, terdiri dari 5 lapisan epitel kornea, 2 lamina elastika anterior (bowmen, 3 substansi propia, 4 lamina elastika posterior, dan 5 endotelium. Kornea tidak mengandung pembuluh darah peralihan, antara kornea ke sklera disebut selero corneal junction. Kornea juga merupakan jalan masuk cahaya pada mata dengan menempatkannya pada retina.

E. Koroid
      Koroid adalah lapisan yang dibangun oleh jaringan ikat yang memiliki banyak pembuluh darah dan sejumlah sel pigmen. Letaknya disebelah dalam sklera. Dibagian depan mata, lapisan koroid memisahkan diri dari sklera membentuk iris yang tengahnya berlubang.

F. Iris(Pupil)
      Iris merupakan diafragma yang terletak diantara kornea dan mata. Pada iris terdapat dua perangkat otot polos yang tersusun sirkuler dan radial. Ketika mata berakomodasi untuk melihat benda yang dekat atau cahaya yang terang otot sirkuler berakomodasi sehingga pupil mengecil, begitu pula sebaiknya.

G. Lensa
      Lensa berada tepat dibelakang iris dan tergantung pada ligamen suspensori. Bentuk lensa dapat berubah-ubah, diatur oleh otot siliaris ruang yang terletak diantara lensa mata dan retina disebut ruang viretus, berisi cairan yang lebih kental(humor viterus), yang bersama dengan humor akueus berperandalam memelihara bentuk bola mata.


H. Retina
      Retina merupakan lapisan bagian dalam yang sangat halus dan sangat sensitif terhadap cahaya. Pada retina terdapat reseptor(fotoreseptor). Fotoreseptor berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otot. Bagian lapisan retina yang dilewati berkas urat saraf yang menuju ke otot tidak memiliki reseptor dan tidak peka terhadap sinar. Apabila sinar mencapai bagian ini kita tidak dapat mengenali cahaya. Oleh karena itu, daerah ini disebut bintik buta. Pada bagian retina, terdapat sel batang berjumlah sekitar 125 juta buah dalam setiap mata. Sel batang sangat peka terhadap intensitas cahaya rendah, tetapi tidak mampu membedakan warna. Oleh karena itu kita mampu melihat dimalam hari tetapi yang terlihat hanya warna hitam dan putih saja. Bayangan yang dihasilkan dari sel ini tidak tajam. Sel kerucut jumlahnya sekitar 5 juta pada setiap mata. Sel kerucut sangat peka terhadap intensitas cahaya tinggi sehingga berperan untuk penglihatan siang hari dan untuk membedakan warna.

I. Vitreous Humor(Humor Bening)
      Badan bening ini terletak dibelakang lensa. Bentuknya berupa zat transparan seperti jeli(agar-agar) yang jernih. Zat ini mengisi pada mata dan membuat bola mata membulat.
J. Aqueous Humor(Humor Berair)
Aquaeous humor atau cairan berair terdapat dibalik kornea. Strukturnya sama dengan cairan sel, mengandung nutrisi bagi kornea dan dapat melakukan difusi gas dengan udara luar melalui kornea.
K. Alis Mata(Supersilium)
      Alis yaitu rambut-rambut halus yang terdapat diatas mata.

L. Bulu mata
      Bulu mata yaitu rambut-rambut halus yang terdapat ditepi kelopak mata.

M. Kelopak mata(palpebra)
      Kelopak mata merupakan 2 buah lipatan atas dan bawah kulit yang terletak di depan bulbus okuli.















2.2. Fisiologi Indra Penglihatan Pada Manusia


Gambar 2. Fisiologi Mata

A. Konjungtiva
      Konjungtiva berfungsi melindungi kornea dari gesekan.


B. Sklera
      Skelera berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melakatnya otot mata.

C. Otot-otot
      Otot-otot yang melekat pada mata :
a). Muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata, fungsinya untuk menutup mata.
b). Muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata, fungsinya untuk menutup mata.
c). Muskulus rektus okuli inferior(otot disekitar mata), fungsinya untuk menutup
     mata.
d). Muskulus rektus okuli medial(otot disekitar mata), fungsinya menggerakkan
     mata dalam(bola mata).
e). Muskulus obliques okuli inferior, fungsinya menggerakkan bola mata ke
     bawah dan kedalam.
f). Muskulus obliques okuli superior, fungsinya memutar mata ke atas ke bawah
     dan keluar.

D. Kornea
      Kornea berfungsi menerima cahaya yang masuk ke bagian dalam mata dan membelokkan berkas cahaya sedemikian rupa sehingga dapat difokuskan(memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksi cahaya).
E. Koroid
      Koroid berfungsi penyuplai retina(mengandung pembuluh darah) dan melindungi refleksi cahaya dalam mata.
F. Badan Siliaris
      Badan siliaris berfungsi menyokong lensa, mengandung otot yang memungkinkan lensa berubah bentuk, dan mensekresikan aqueous humor(humor berair).

G. Iris(Pupil)
      Iris(pupil) berfungsi mengendalikan ukuran pupil, sedangkan pigmenya mengurangi lewatnya cahaya.

H. Lensa
      Lensa berfungsi memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.

I. Retina
      Retina berfungsi untuk menerima cahaya, mengubahnya menjadi impuls saraf dan menghantarkan impuls ke saraf optik(II). Pada bagian retina, terdapat sel batang berjumlah sekitar 125 juta buah dalam setiap mata. Sel batang, sangat peka terhadap intensitas cahaya rendah, tetapi tidak mampu membedakan warna. Oleh karena itu, kita mampu melihat dimalam hari tetapi yang terlihat hanya warna hitam dan putih saja. Bayangan yang dihasilkan dari sel ini tidak tajam. Selain sel batang terdapat juga sel kerucut(sel konus) berjumlah sekitar 5 juta pada bagian
mata. Sel kerucut sangat peka terhadap intensitas cahaya tinggi sehingga berperan untuk penglihatan siang hari dan untuk membedakan warna.


J. Vitreous Humor(Humor Bening)
      Vitreous humor(humor bening) berfungsi menyokong lensa dan menolong dalam menjaga bentuk bola mata.

K. Aqueous Humor(Humor Berair)
      Aqueous humor(humor berair) berfungsi menjaga bentuk kantong depan bola mata.

L. Alis Mata(Supersilium)
      Alis mata berfungsi mencegah masuknya air atau keringat dari dahi ke mata.

M. Bulu Mata
      Bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda-benda asing.

N. Kelopak Mata(Palpebra)
      Kelopak mata berfungsi pelindung mata sewaktu-waktu kalau ada gangguan pada mata(menutup dan membuka mata)

2.3. Mekanisme Pembentukan Bayangan
      Potensial aksi dalam nervus optikus bayangan objek di dalam lingkungan difokuskan dalam retina. Sinar yang membentuk retina membentuk potensial
dalam bayangan kerucut impuls yang ada dalam retina, dihantarkan ke dalam korteks serebri pada tempat menghasilkan sensasi bayangan. Penentuan jarak suatu benda : ukuran relatif, paralaks yang bergerak, dan stereopsis.
2.4. Lintasan Penglihatan
      Setelah impuls meninggalkan retina, impuls ini berjalan ke belakang melalui nervus optikus. Pada persilangan optikus, serabut menyilang ke sisi lain bersatu dengan serabut yang berasal dari retina. Otak menggunakan visual sebagai informasi untuk dikirim ke korteks serebri dan visual pada bagian korteks visual ini membentuk gambar tiga dimensi.
      Korteks visual primer. Gambar yang ada pada retina ditraktus optikus disampaikan secara tepat ke korteks jika seseorang kehilangan lapang pandang sebagian besar dapat dilacak lokasi kerusakan di otak yang bertanggung jawab atas lapangan pandang.

2.5. Gangguan dan Kelainan Serta Teknologi Pengobatan yang Berkaitan
       dengan Sistem Pengindraan pada Manusia.
      Struktur maupuan fungsi sistem pengindraan manusia dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal.
Macam-macam kelainan pada mata, antara lain:
1). Hipermotropia(rabun dekat)
      Penyebab :  lensa mata tidak dapat mencembung atau bola mata terlalu pendek
                          sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina.
      Teknologi :  ditolong dengan lensa cembung(konvergen/positif).
2). Miopia(rabun jauh)
      Penyebab :  lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang
                          sehingga bayangan benda jatuh di depan retina.
      Teknologi :  ditolong dengan lensa cekung(divergen/negatif).
3). Presbiopia
      Penyebab :  elastisitas lensa mata berkurang karena usia tua.
      Teknologi :  ditolong dengan lensa rangkap(dua macam lensa).

4). Astigmatisme
      Penyebab :  permukaan lensa mata tidak sama sehingga fokusnya tidak sama,
                          dan bayangan benda yang terbentuk tidak sama.
      Teknologi :  ditolong dengan lensa silindris(silinder)

5). Katarak
      Penyebab :  lensa mata buram, tidak elastis akibat pengapuran, sehingga daya
                         akomodasi berkurang.
      Teknologi :  operasi.

6). Glaukoma
      Penyebab :  adanya penambahan tekanan dalam mata, karena cairan dalam
                          bilik anterior mata(aqueous humor) belum sempat disalurkan
                          keluar sehingga tegangan yang ditimbulkan dapat menyebabkan
                          tekanan pada saraf optik;  lama-kelamaan akan menyebabkan
                          hilangnya daya penglihatan.
      Teknologi : obat-obatan, operasi dengan menggunakan laser.



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
      Alat indra adalah organ yang berfungsi untuk menerima jenis rangsangan tertentu.
      Eksoreseptor adalah reseptor yang berfungsi mengenali perubahan lingkungan luar.
      Interoreseptor adalah kelompok reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam tubuh.
      Eksoreseptor yang kita kenal ada lima macam, yaitu:
a). Indra penglihat(mata)
b). Indra pendengar(telinga)
c). Indra peraba(kulit)
d). Indra pengecap(lidah)
e). Indra pembau(hidung)
      Mata adalah organ indra yang memiliki reseptor peka cahaya yang disebut fotoreseptor. Saraf indra penglihatan, saraf optikus(urat saraf kranial kedua), muncul dari sel-sel ganglion dalam rebina, bergabung untuk membentuk saraf optikus.
3.2. Saran
       Bagi para pembaca yang telah membaca makalah ini kiranya dapat memberikan saran/kritik serta masukan yang berarti pada perbaikan selanjutnya supaya makalah ini menjadi makalah yang sempurna.
DAFTAR PUSTAKA

            Pratiwi,Dra.D.A.,dkk.2006.Biologi SMA Jilid 2 untuk Kelas XI.Jakarta:Erlangga.
            Syaifuddin,Drs.H.2006.Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3.Jakarta:EGC.
            Syamsuri,Dr.Istamar,dkk.2006.Biologi Jilid 2B untuk SMA Kelas XI Semester 2.Jakarta:Erlangga.
            www.google.com(diakses tanggal 20 Oktober 2009)















DAFTAR ISI

1. Halaman Judul.....................................................................................
2.Kata Pengantar.....................................................................................
3. Daftar Isi.............................................................................................
4. BAB I. PENDAHULUAN................................................................
    1.1. Pengertian Indra Penglihatan(Mata)............................................
    1.2. Organ-organ Mata........................................................................
    1.3. Mekanisme Pemfokusan...............................................................
    1.4. Akomodasi Mata..........................................................................
5. BAB II. PEMBAHASAN..................................................................
    2.1. Anatomi Indra Penglihatan Pada Manusia...................................
    2.2. Fisiologi Indra Penglitan Pada Manusia.......................................
    2.3. Mekanisme Pembentukan Bayangan............................................
    2.4. Lintasan Penglihatan....................................................................
    2.5. Gangguan dan Kelainan serta Teknologi
           Pengobatan yang Berkaitan dengan Sistem
           Pengindraan pada Manusia..........................................................
6. BAB III. PENUTUP..........................................................................
    3.1. Kesimpulan...................................................................................
    3.2. Saran.............................................................................................
7. DAFTAR PUSTAKA.........................................................................
     
     

No comments:

Post a Comment